Jarum jam sudah menunjuk pukul sembilan malam. Namun di kota Oslo,
Norwegia, langit belum lagi gelap. Senja, sebuah perbatasan antara
terang dan gelap, belum sepenuhnya tiba. Matahari masih bersinar terang.
Matahari baru menyembul dari Timur. Perempuan lencir itu sudah
gelisah di pelataran apartemen tujuh lantai ini. Berkali celingukan.
Menatap jalanan sepi. Tak jenak. Sebentar duduk, sejurus kemudian
bertumpu pada kedua kaki.