Memimpin Itu Melayani

      Kebanyakan orang berprinsip pemimpin itu sama dengan penguasa. Konsepsi yang masih hidup dimasyarakat menyatakan penguasa adalah segala-galanya. kekuasaan selalu dilihat sebagai sesuatu yang luar biasa dan dengan kekuasaan itu dapat mengatur rakyat sesuai dengan kehendak.

     Sepanjang para pemimpin negeri ini masih memahami kepemimpinan sebagai sistem untuk "berkuasa" maka selama itu pula cita-cita negeri sejahtera akan sulit tercapai. tidak sepenuhnya salah memahami kepemimpinan adalah kekuasaan, namun diperingatkan oleh Allah bahwa kekuasaan manusia didunia itu tidak mutlak (QS Ali Imron/3:26)
     Dalam konteks itulah penting mengubah makna kepemimpinan adalah "pelayanan". Memimpin hakikatnya adalah melayani. Melayani rakyat untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan melayani rakyat untuk turut membangun kebersamaan. Sekurang-kurangnya ada 3 hal yang bertalian dengan konsep bahwa kepemimpinan adalah pelayanan.  Pertama, melayani selalu mengandaikan suatu pekerjaan dilaksanakan dengan penuh kemudahan. Siapa pun orangnya yang memposisikan diri sebagai pelayan selalu ingin mempercepat dan mempermudah proses pelayanan yang menjadi tanggung jawab agar segera selesai dan memuaskan pihak yang dilayani. Pemimpin dengan posisi ini akan mendapatkan sambutan baik dan kecintaan dari orang orang yang dipimpin. sebaliknya jika pemimpin menempatkan diri sabgai berkuas, mereka akan mempersulit cenderung menghindar dari tanggung jawab. Kedua, melayani selalu terkait dengan penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain yang dilayani. penghormatan kepada orang lain (rakyat) merupakan salah satu sikap yang telah luntur dikalangan pemimpin saat ini. Ketiga, konsep kepemimpinan yang bermakna melayani juga mensyaratkan adanya sikap proaktif atau mendatangi. Pemimpin  yang baik dan mencintai rakyat adalah pemimpin yang senang turun kebawah. turun kebawah tidak dilakukan dengan cara berkunjung secara fisik, tetapi lebih dalampengertian kebijakan kebijakan yang dilakukan harus benar-benar diorientasikan untuk kesejahteraan rakyat. 
     Ini berarti harus terjadi pemerataan ekonomi dan melibatkan peran serta rakyat bawah. perihal kepemimpinan sebagai pelayanan  telah banyak dicontohlan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya. Banyak kisah bagaimana Rasulullah Muhammad SAW melayani dan mempermudah segala urusan warga masyarakat yang dipimpinnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar