Diawal Mulanya aku ragu. Keraguan aku bukan tidak dengan argumen, tapi dengan cara apa dapat seseorang Rasul Muhammad shalallahu'alaihiwasallam menyabdakan sesuatu yg kepada hasilnya bakal jadi bahan candaan tidak senonoh?
STOP menyampaikan atau menuliskan kata “Sunnah Rosul” sbg pengganti dari istilah berhubungan seks! Sebab itu dosa akbar.
Dari mana asal-muasal munculnya istilah “Sunnah Rasul” yg diidentikkan bersama gerakan seks? Seluruhnya berawal dari hadits berikut ini :
“Barangsiapa lakukan pertalian suami-istri di tengah malam Jum'at (kamis tengah malam) sehingga pahalanya sama dgn membunuh 100 Yahudi.”
Dalam hadits lainnya ada disebutkan sama bersama membunuh 1000, ada pula yg menyatakan 7000 Yahudi.
Sebenarnya bagaimanakah derajat hadits tersebut, apakah shahih, dhaif atau ma'udu / palsu?
Hadits di atas tak dapat ditemukan dalam kitab mana pula, baik kumpulan hadits dhaif lebih-lebih shahih.
Kalimat tersebut tak memiliki sanad / bersambung ke kawan, lebih-lebih ke Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam. Yg hasilnya kepada satu rangkuman bahwa hadits “Sunnah Rasul” di atas yakni palsu, lebih tepatnya ialah sama sekali BUKAN HADITS.
Suatu HADITS PALSU yg sudah dikarang oleh seorang, tak terang & tak bertanggungjawab yg mengatasnamakan Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam.
Bahkan kita tak dapat menemukan satu serta hadits Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam mengenai berhubungan seks bagi suami-istri terhadap malam-malam tertentu, termasuk juga tengah malam Jum’at.
Jaga mulut apabila Kamu Islam! Jaga tangan dalam posting status Fb jikalau Kamu Islam! Jaga wibawa Islam Kamu! Telusuri jikalau membaca suatu "hadits" yg meragukan! & yg terakhir ialah : HATI-HATI bersama sejumlah hadits-hadits palsu yg sengaja dibuat dengan cara terus-menerus oleh musuh-musuh Islam sampai kini!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar